Main ke Pasar Papringan Ngadiprono



Cerita perjalanan saya ke Pasar Papringan Ngadiprono sebenernya adalah perjalanan yang ngga disengaja. Oiya, sebelum cerita ketidaksengajaan itu saya mau kasih tau dulu dimana lokasi Pasar Papringan Ngadiprono itu. Pasar Papringan Ngadiprono berada di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Lokasinya sekitar 6 km barat daya dari pusat kota Temanggung, searah dengan jalur jalan raya menuju Parakan atau Wonosobo. Ada apasih di pasar ini ?! sampai-sampai saya tertarik untuk mengunjunginya. Yuk diikuti cerita saya... 


Pasar ini adalah sebuah proyek yang digagas untuk merevitalisasi & memberdayakan desa serta untuk mengembangkan hasil bambu secara kreatif disini kita akan melihat sebuah pasar dengan sentuhan desa setempat yang sangat terasa. Begitu tiba di area parkir kendaraan kita akan berjalan menyusuri gang diantara jejeran rumah penduduk untuk mencapai pintu masuk, nah untuk mencegah penumpukan pengunjung, pintu masuk dibuat dibeberapa titik supaya pengunjung bisa mencapai pasar dari segala penjuru desa. 

portal pintu masuk 


Tiba dipintu masuk saya disambut portal yang telah dibagi beberapa jalur antrian yang diatasnya bertuliskan "pecahan 2000", "pecahan 20.000" dan "pecahan 50.000" ujung dari jalur antrian ini adalah sebuah meja dengan mbak-mbak berpakaian lurik yang sedang duduk melayani penukaran uang dengan seikat kepingan bambu. Kepingan bambu ini yang nantinya akan menjadi alat tukar didalam pasar, kepingan bambu ini disebut "pring", 1 pring = Rp. 2000,- pring ini tidak dapat diuangkan kembali jadi sesuaikan kebutuhan aja waktu mau menukarkan uang, kalau pringnya ngga habis bagaimana? ya simpen untuk jajan lagi kalau kesini lagi atau untuk jadi souvenir juga lucu.

"pring" 1 pring = Rp.2000,-

Setelah menukar uang sebesar 50 ribu menjadi 25 pring saya masuk ke area pasar, lantai batu kali yang disusun rapi, rumpun bambu dan jejeran meja saji dengan beragam jajanan berhasil merubah citra angker sebuah kebun bambu yang mungkin selama ini saya kenal. Karena berkunjung masih pagi sekali (jam 06.00 pagi) saya masih bisa merasakan keleluasaan karena pengunjung belum banyak mungkin masih mandi dirumah atau masih dalam perjalanan.

suasana pagi pasar 

Keunikan lain yang saya temukan di pasar ini adalah panganan yang dijajakan, semua adalah panganan lokal desa setempat atau makanan khas kabupaten Temanggung yang kebanyakan berbahan dasar singkong dan hasil tani lahan setempat. Walaupun ini bisa dibilang "makanan kampung" tapi berhasil membuat saya terus menghabiskan pring yang saya punya, selain karena rasanya enak penamaannya juga bikin saya penasaran dan akhirnya beli untuk tau rasanya, beberapa nama yang bikin saya penasaran antaralain ndas borok (kepala yang luka/koreng), bajingan, lesah ayam, sega abang, sega jagung dan lontong mangut. Tapi semua jajanan disini layak banget untuk dicobain. 
jajanan kampung di pasar papringan






Selain makanan saya juga melihat beberapa produk hasil tani dan kerajinan tangan masyarakat lokal yang dijual disini macam cabai, sayur mayur, buah, umbi-umbian, mainan anak dan keranjang dari bambu. Oiya, untuk keranjang bambu punya cerita sendiri. Jadi pasar ini tidak menyediakan kantong plastik, nah sebagai pengganti plastik disediakan keranjang bambu ini untuk membawa belanjaan, tapi jangan salah ya, keranjang ini dijual bukan dipinjam, dijual dengan harga 3-10 pring tergantung ukuran.

hasil tani dan kerajinan yang dijual

Pasar ini bener-bener memberikan hiburan dan pengalaman yang baru buat saya, selain panganan yang menggoda lidah pasar disini juga dilengkapi beberapa fasilitas yang bikin saya terheran-heran. Bayangin aja didalam pasar ini ada penjual marmut, tukang cukur, bilik baca, area bermain tradisional dan bilik menyusui. Gimana lengkap banget kan?!

fasilitas pendukung pasar papringan

tips mengunjungi pasar Papringan Ngadiprono

Menurut saya ada beberapa tips untuk kalian yang tertarik dan ingin merasakan pengalaman mengunjungi pasar Papringan Ngadiprono ini:
  1. Cari tau jadwal gelaran pasar, karena gelaran pasar hanya 2 kali dalam 1 bulan yakni setiap minggu Pon & Wage. 
  2. Datang pagi-pagi sekali, kalau saya jam 06.00 pagi sudah di lokasi.
  3. Sharing pring dengan temen untuk menghindari lapar mata.
  4. Pake baju tradisional untuk poto lucu-lucuan kalau kalian pergi bareng temen-temen.
nah ini sedikit cerita saya dari pasar Papringan Ngadiprono, buat kalian yang tertarik datengin aja pasarnya SERU ABIS TAUU...



tugu 0 km Pasar Papringan Ngadiprono


Comments

Popular Posts