Main ke Kepulauan Seribu naik kapal Pelni & ASDP



Kepulauan Seribu memang tidak terasa asing bagi warga Jakarta, karena masih masuk kedalam bagian dari propinsi DKI Jakarta kepulauan ini masih menjadi daerah tujuan wisata andalan. Berbagai upaya pemerintah dilakukan untuk menunjang aktivitas wisata ke kepulauan ini termasuk didalamnya upaya perbaikan dan pengadaan system transportasi. Tol Laut, sebuah jaringan transportasi kapal yang melayani penumpang dari Jakarta ke beberapa pulau di Kepulauan Seribu. Saya akan bercerita mengenai pengalaman pertama kali menaiki Tol Laut menuju Kepulauan Seribu.

Kenapa ke Kepualauan Seribu BangJu?
Pernah gak ngerasain situasi dimana bingung mau main ke mana tapi bosen juga kalo dirumah aja ?! Nah begitu itu yang kemarin saya rasa, karena hampir setiap akhir pekan selalu keluar rumah entah eksplore kesini lah, eksplore kesitu lah rasanya ingin istirahat, tapi ko hasrat pengen eksplore tetep muncul. Nah kalau sudah seperti itu saya akan tanya kebeberapa teman, biasanya sih saya chat satu per satu, sampai pada suatu ketika muncul lah balasan.

“kalo mau ikut besok pagi sebelum jam 7 sudah harus ada di dermaga Marina Batavia Sunda Kelapa kapal berangkat jam 07.30, jangan telat!!!, bawa baju ganti buat nginep semalam, sisanya kita beli disana aja, kita ala-ala piknik ke pulau Harapan”

" ko ke dermaga Marina Batavia?!, bukannya di Muara Angke?!"

" ngga, kita coba ke Pulau Seribu naik kapal ASDP Pelni, mau ngga?"

“MAU!! OK, sampai ketemu di dermaga”


Menuju Dermaga Marina Batavia
Alarm berbunyi dan menunjukan pukul 05.00 pagi, setelah bersiap akhirnya memulai perjalanan menuju stasiun Klender sebagai titik awal perjalanan pagi itu. Sumpah awalnya saya ngga tau dimana itu lokasi dermaga Marina Batavia Sunda Kelapa karena ini adalah kali pertama menuju dermaga ini, jadi sempat PD aja kalo itu berada di Pelabuhan Sunda Kelapa dekat lokasi bongkar muat kapal Pinisi yang sering kita lihat photonya dan saya pun sering kesana tapi seingat saya belum pernah melihat kapal Pelni di dermaga itu dan benar saja, ternyata saya salah (untung sempat cari tau dengan google maps dulu ;p).

Lokasi dermaga memang berada di kawasan pelabuhan Sunda Kelapa tapi berbeda dengan dermaga kapal Pinisi itu. Untuk mencapai lokasi dermaga, dari gerbang utama Pelabuhan kita jalan lurus sampai ke cabang jalan, ke kiri ke dermaga kapal Pinisi. Nah, kita memilih ke kanan jalan terus melewati area gudang dan bongkar muat kemudian belok kiri menuju ujung dermaga. Atau untuk mudahnya ketika memasuki gerbang tanya saja ke petugas arah menuju dermaga Pelni. 


peta pelabuhan Sunda Kelapa : jalur biru arah menuju dermaga Marina Batavia

Jadi untuk menuju dermaga Marina Batavia cara termurah dari rumah saya di wilayah Rawamangun adalah dengan menggunakan commuter line dari stasiun Klender sampai ke stasiun Jakarta Kota kemudian dilanjutkan dengan menggunakan ojek online. Sebenarnya bisa saja menggunakan ojek online dari rumah sampai ke dermaga langsung tapi, ya kita harus mengeluarkan kocek kira-kira sebesar Rp. 50.000,-. Alasan menggunakan commuter line ya karena seperti yang saya sebutkan tadi bahwa ini adalah cara termurah karena kocek yang dikeluarkan bisa kurang dari Rp. 25.000,- (lumayan kan ;p). Lama perjalanan dari rumah  stasiun Klender  stasiun Jakarta Kota  dermaga kurang lebih 1 jam 30 menit tapi itu tergantung dari waktu keberangkatan commuter line  dan pengendara ojek online mengetahui lokasi dermaga. 

Sampai di stasiun Klender ternyata commuter line  menuju Jakarta Kota baru saja berangkat sehingga saya harus menunggu jadwal keberangkatan berikutnya, sehingga ketibaan saya di stasiun Jakarta Kota sedikit mepet dengan jadwal keberangkatan kapal belum lagi saya harus melanjutkan perjalanan dengan ojek. Tiba di stasiun Jakarta Kota saya langsung memesan ojek online dengan tujuan dermaga Marina Batavia, tidak menunggu lama dan saya pun mendapatkan ojek yang akan mengantar saya ke dermaga. Tapi ternyata pengendara ojek online yang saya tumpangi tidak paham persis lokasi dermaga sehingga mengandalkan GPS sebagai penunjuk arah, sedikit mancari dan beberapa kali bertanya. Karena itulah saya tiba di dermaga sangat mepet dengan waktu keberangkatan, untung saja teman setia menunggu di pintu kapal, begitu saya sampai di dermaga langsung naik kapal dan kapal pun langsung berangkat. 


Perjalanan Sunda Kelapa - Pulau Kelapa dengan KM. Sabuk Nusantara 66
Kapal KM. Sabuk Nusantara 66 perlahan meninggalkan dermaga, tidak jauh meninggalkan dermaga, kapal akan mendekati dua bangunan tinggi menjulang  berwarna merah dan hijau di tengah laut, dua bangunan tersebut adalah mercusuar. Bentuk dan warna mercusuar ini menarik selain itu karena posisinya yang saling berdekatan seolah-olah menjadi gerbang bagi pelabuhan Sunda Kelapa. 


mercusuar Sunda Kelapa

Saya menuju ke bagian kabin untuk mencari tempat duduk. Ketika saya mencari tempat duduk kosong di kabin, saya sedikit kagum dengan kondisi ruang kabin penumpang tersebut dengan barisan kursi yang cukup nyaman, ruangan berAC dan dilengkapi dengan televisi yang memutar film sebagai hiburan bagi penumpang selama perjalanan (sayang saya tidak sempat mengambil gambar area kabin di kapal ini). Tidak ada nomor kursi pada tiket, sehingga kapal ini menerapkan sistem "siapa cepat dia dapat"

Rupanya, karena datang mepet tadi saya tidak mendapatkan tempat duduk di dalam kabin. Akhirnya saya kembali menuju area dek yang juga cukup ramai dengan penumpang lain. Para pria mendominasi area dek karena area ini merupakan area merokok sehingga mereka dapat merokok dimana saja. Selain itu di area ini penumpang dapat duduk dimana saja dilantai dengan beralaskan koran, tikar dan alas duduk lainnya yang perlu diingat adalah cari posisi yang tidak akan terkena sinar matahari karena jika tidak akan terjemur selama perjalanan.


area dek kapal

Kapal ini menempuh perjalanan Sunda Kelapa - Pulau Kelapa  kurang lebih selama 4 jam, memang lebih lama daripada waktu tempuh menggunakan kapal reguler yang biasa berangkat dari dermaga Kali Adem. Waktu tempuh perjalanan lebih lama karena kapal ini melayani penumpang ke 3 pulau besar yakni Pulang Untung Jawa, Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa. Tidak banyak kegiatan yang bisa kita lakukan selama perjalanan tapi berkeliling seluruh area kapal bisa menjadi aktifitas yang mengasikan, jika sudah merasa cukup berkeliling dan menemukan posisi yang enak menikmati view laut bisa menjadi pilihan atau seperti yang saya lakukan yakni tidur ;p.

Selama perjalanan Sunda Kelapa - Pulau Kelapa kita juga akan melihat perubahan warna air laut dari hitam perlahan menjadi biru dan dikejauhan terlihat tosca dan beberapa titik berwarna hijau tua. Makin lama titik berwarna hijau tua tersebut semakin membesar dan titik-titik hijau tua lain tersebar dikejauhan, titik-titik hijau tua tersebut adalah gugusan pulau-pulau Kepualauan Seribu. Beberapa kali kapal ini singgah di pulau-pulau besar yang jika dilihat dari atas kapal pulau-pulau ini memiliki populasi yang lebih padat dibandingkan pulau-pulau lain.

salah satu pulau di Kepulauan Seribu

Setelah hampir 4 jam perjalanan tibalah saya di tujuan dan merupakan titik akhir KM. Sabuk Nusantara 66 di Pulau Kelapa. Karena sudah tengah hari setelah turun dari kapal saya langsung menuju warung makan untuk menuju makan siang dan mencari penginapan di Pulau Harapan. 

KM. Sabuk Nusantara 66 di dermaga Pulau Kelapa

Selanjutnya saya hanya berencana menginap dan menikmati Pulau Harapan yang letaknya berseberangan dengan Pulau Kelapa. Antara Pulau Kelapa dan Pulau Harapan dihubungkan dengan jalan penghubung hasil reklamasi. Saya sengaja tidak melakukan wisata Island hopping atau aktifitas wisata air lainnya karena memang ingin mencoba pengalaman menaiki kapal. Ketika malam jalan utama Pulau Harapan yang tidak terlalu lebar akan dipenuhi dengan wisatawan yang hilir mudik terutama di area sekitar dermaga keramaian bertambah dengan kehadiran berbagai gerobak jajanan di sisi kanan kiri jalan, kalau boleh saya ibaratkan “Pulau Harapan rasa Pattaya”.




Perjalanan Pulau Kelapa - Kali Adem dengan KMP. Arwana
Pagi pukul 06.00 saya bangun, karena memang sejak semalam sudah niat untuk mengeksplore pulau ini di pagi hari. Suasana pagi sangat kontras dengan malam tadi, dermaga dan jalan-jalan terlihat lebih lowong dan hanya beberapa orang saja terlihat mungkin wisatawan masih tertidur karena lelah setelah eksplorasi ke pulau-pulau lain kemarin. Alasan saya bangun pagi hari itu selain ingin eksplore pulau adalah saya harus membeli tiket kapal untuk kembali di dermaga. Kenapa harus pagi, karena pembelian tiket kapal tidak menggunakan sistem pemesanan. Pembelian tiket dilakukan di loket yang ada di dermaga dan melihat ketersediaan quota. Karena kapal akan melayani 3 pulau, quota keseluruhan akan dibagi 3 agar penumpang di ketiga pulau tersebut dapat terlayani.


Tiba di dermaga saya melihat 2 kapal sedang bersandar KM. Sabuk Nusantara 66 dan KMP. Arwana namun ketika bertanya kepada petugas KMP. Arwana yang akan berangkat terlebih dahulu pukul 08.00 dengan tujuan Kali Adem. Saya langsung memesan seat di kapal ini dengan menuliskan nama di sebuah buku besar, pembayaran dilakukan secara manual diatas kapal. Karena tidak mepet dengan jam keberangkatan saya mendapatkan kursi di kapal ini. Saya duduk di kabin dengan jejeran kursi dan ruangan berAC yang sejak kapal ini berangkat film diputar untuk menghibur saya dan penumpang lain selama perjalanan.

Sama seperti KM. Sabuk Nusantara 66 kapal ini juga melayani 3 pulau besar yakni Pulau Kelapa, Pulau Pramuka dan Pulau Untung Jawa. Tak lama setelah meninggalkan Pulau Kelapa kapal ini bersandar di Pulau Pramuka untuk mengangkut penumpang. Durasi sandar kapal disetiap pulau cukup lama antara 10-30 menit karena itulah saya sempat membeli makanan dan minuman untuk bekal saya selama perjalanan di Pulau Pramuka.

Selepas meninggalkan Pulau Pramuka saya menyempatkan berkeliling ke seluruh area kapal ini. Tak jauh berbeda dengan KM. Sabuk Nusantara 66 fasilitas yang tersedia disini memiliki banyak kesamaan sehingga saya heran kenapa harga tiketnya lebih mahal, mungkin karena berada dibawah operator yang berbeda sehingga berada dalam kebijakan yang berbeda pula. Puas berkeliling saya kembali ke tempat duduk dan tak lama saya tertidur.

kabin KMP. Arwana

dek KMP. Arwana

dek  KMP. Arwana

Cukup lama sepertinya saya tertidur sampai akhirnya saya terbangun karena kapal berhenti dan melihat jam sekitar pukul 12 siang, melongok ke arah luar melalui jendela untuk mengetahui lokasi saya berada dan ternyata saya baru sampai di Pulau Untung Jawa. Ternyata perjalanan kembali mengunakan kapal ini memakan waktu tempuh lebih lama daripada ketika berangkat kemarin. Setelah kapal meninggalkan dermaga tak lama kemudian saya tertidur lagi dan bangun setelah terdapat pengumuman dari pengeras suara bahwa akan tiba di pelabuhan Kali Adem, kembali saya melihat ke jam dan waktu saat itu menunjukan sekitar pukul 2 siang. Sungguh merupakan perjalanan yang panjang, selepas turun dari kapal kemudian saya melanjutkan perjalanan dengan ojek online menuju stasiun Jakarta Kota untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Klender menggunakan commuter line, sekitar pukul 4 sore saya tiba di rumah.

KMP. Arwana di dermaga Kali Adem


Saya merasa senang karena telah mencoba satu lagi pengalaman dan hal baru yakni menaiki kapal Pelni dan ASDP ke Kepulauan Seribu perjalanan yang panjang namun tetap memiliki kesan dan cerita menarik. Rasa optimis dan bangga juga muncul karena sebagai negara kepulauan terbesar di dunia pemerintah Indonesia sudah mengupayakan sistem transportasi laut yang cukup baik untuk menjangkau seluruh daerah dan pulau-pulau kecil sehingga pemerataan pembangunan dapat menjangkau seluruh daerah.


Nah, mencoba kapal PELNI dan ASDP menuju Kep. Seribu sungguh memberikan pengalaman yang baru untuk saya, teman-teman ngga mau mencoba pengalaman ini seperti saya? saran saya khususnya untuk warga Jakarta cobain deh karena ke Kep. Seribu naik kapal PELNI dan ASDP itu, MENARIK!!!

---0---


** info tambahan

1. Perbedaan KM. Sabuk Nusantara 66 dengan KMP. Arwana

KM. Sabuk Nusantara 66
  •  dermaga awal : dermaga Marina Batavia, Pelabuhan Sunda Kelapa.
  • tarif : Rp. 15.000,-
  • Operator : PT. Pelni.
  • Jadwal : dari Marina Batavia hari Sabtu, Senin dan Rabu pukul 08.00, dari Pulau Kelapa hari Minggu, Selasa dan Kamis pukul 09.00
Sebagai informasi KM. Sabuk Nusantara 66 merupakan kapal perintis buatan PT. Karimun Marine Shipyard, dan memiliki spesifikasi panjang 42 meter, lebar 9 meter, tinggi 4 meter, kecepatan 12 Knot, daya mesin 2 x 600 HP, kapasitas penumpang 114 orang, kapasitas ruang muat 100 Ton, dan jumlah ABK 18 orang. Sumber : http://hubla.dephub.go.id


KMP. Arwana
  • Dermaga awal : Pelabuhan Kali Adem, Muara Karang.
  • Tarif : Rp. 35.000,-
  • Operator : ASDP Indonesia Ferry
  • Jadwal : dari Kali Adem hari Selasa, Kamis, Sabtu pukul 08.00, dari Pulau Kelapa hari Rabu, Jumat, Minggu pukul 08.00
2. Jika ingin melanjutkan berwisata Hopping Island dan mengunjungi pulau-pulau lain dapat turun di Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa dilanjutkan dengan menyewa kapal kecil atau mencari lokal tour dimasing-masing pulau.










Comments

Popular Posts